Bahaya Stres Pada Ibu Hamil

Bahaya Stres Pada Ibu Hamil – Kehamilan bukan hanya momen kebahagiaan bagi calon ibu, tapi juga masa yang penuh kerawanan. Selama hamil, ia harus memperhatikan pilihan tindakannya yang mempengaruhi kesehatannya, tumbuh kembang janin, dan proses kelahiran.

“Hindari kopi, makanan atau minuman manis lainnya”, “Makanan pedas juga tidak boleh dikonsumsi ibu hamil” atau “jangan angkat beban atau olah raga” adalah contoh nasehat yang sering diberikan kepada ibu hamil.

Bahaya Stres Pada Ibu Hamil

Selain itu, ada juga larangan bagi ibu hamil, seperti tidak diperbolehkan mencukur rambut dan menonton gerhana karena dapat membahayakan anak. Pedoman dan mitos populer ini diciptakan untuk melindungi kondisi fisik ibu hamil dan bayinya.

Kenali 4 Bahaya Stres Pada Ibu Menyusui, Moms Baru Wajib Baca!

Penekanan pada kesehatan fisik ibu sering terlihat pada artikel-artikel terkait kehamilan. Sebenarnya, ada hal yang tidak penting untuk dikhawatirkan selama hamil, namun sering diabaikan oleh ibu hamil atau orang di sekitarnya: kesehatan mental.

Berbagai dampak negatif pada janin bisa berawal dari kondisi psikologis ibu hamil yang kurang baik. Apa saja jenis masalah kesehatan mental yang dihadapi ibu hamil dan faktor pendorongnya?

Situs Royal Women’s Hospital mencatat sekitar 15 persen wanita cenderung mengalami depresi atau kecemasan selama kehamilan. Gejala yang biasa terlihat pada ibu hamil depresi antara lain perasaan marah, mudah tersinggung dan ingin menangis tanpa alasan, kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya dianggap menyenangkan, dan insomnia.

Kelelahan ekstrem dan sulit berkonsentrasi juga bisa menjadi indikator lain ibu hamil mengalami depresi. Selain itu, mereka mungkin ingin melukai diri sendiri atau bahkan bunuh diri.

Ibu Hamil Alami Stres Begini Dampak Pada Janin Yang Dikandung

Tidak semua ibu hamil mengetahui bahwa dirinya sedang mengalami depresi. Kalaupun mereka merasa ada yang tidak beres dengan kondisi mentalnya, mereka tidak langsung menceritakannya kepada orang-orang disekitarnya atau psikolog.

Menurut Natasha Biljani, psikiater di Rumah Sakit Roehampton Priory di Inggris, mereka tidak ingin pasangan, keluarga atau teman-temannya melihat mereka sebagai orang yang lemah dan tidak stabil dan umumnya menganggap kehamilan adalah saat-saat yang membahagiakan.

Salah satunya adalah pengalaman medis yang menyebutkan bahwa ia atau keluarganya pernah mengalami gangguan jiwa tersebut. Ibu hamil juga lebih mungkin mengalami depresi ketika terjadi kehamilan yang tidak direncanakan. Berbagai informasi tentang cita-cita (yang terkadang mustahil) bagi ibu sendiri menjadi tekanan yang pada akhirnya membawa perempuan pada permasalahan psikologis. Depresi bisa bertambah parah jika ibu hamil mengetahui ada masalah pada janinnya.

Tentu saja hari-hari yang dihadapi oleh ibu hamil lebih berat dibandingkan dengan ibu lainnya, terutama mereka yang masih bepergian untuk bekerja atau mengasuh anak dan keluarga lainnya. Oleh karena itu, dukungan emosional lingkungan merupakan faktor penting yang dapat mencegah terjadinya depresi.

See also  Cara Mengambil Uang Di Akun Demo

Masalah Kesehatan Mental Pada Ibu Hamil Di Masa Pandemi Covid 19

Konflik dengan pasangan yang tidak hamil tidak begitu sulit, hal ini dapat berdampak buruk pada kondisi mental seorang wanita selama hamil.

Terkait konflik keluarga, penelitian yang dilakukan di Afrika Selatan juga menyebutkan bahwa hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab ibu hamil melakukan bunuh diri. Penulis studi Simon Honickman dari Universitas Cape Town dan rekannya juga mengamati faktor lain yang berkontribusi terhadap bunuh diri pada ibu hamil, seperti status sosial ekonomi, jumlah anak, kekurangan gizi, dan pengalaman sebelumnya. tentang upaya pengukuran diri sebelumnya.

Di Afrika Selatan, lebih dari 40 persen penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Keluarga-keluarga miskin di sana seringkali tidak mempunyai cukup makanan untuk dibeli jauh sebelum akhir bulan atau hari gajian. Kurangnya gizi ini mempunyai dampak psikologis menurut Honikman dkk. Al. Dalam penelitiannya, mereka menemukan bahwa wanita hamil yang kurang makan memiliki kemungkinan empat kali lebih besar untuk melakukan bunuh diri.

Depresi pada ibu hamil tentunya berdampak pada janin yang dikandungnya juga. Penggunaan obat antidepresan dapat mempengaruhi janin dan perkembangannya setelah lahir. Sebaliknya, mereka yang mengalami depresi dan tidak menggunakan narkoba, rokok, dan alkohol bisa menjadi cara untuk “mengobati” masalah mental yang pada akhirnya merugikan tubuh dan anak.

Pdf) Derajat Stres Ibu Hamil Dan Preeklamsia Mempengaruhi Kejadian Persalinan Prematur

Beberapa penelitian juga menunjukkan efek jangka panjang depresi pada ibu hamil. Bayi yang lahir terlambat lebih mungkin mengalami masalah sosial dan emosional, seperti agresi atau masalah perilaku lainnya. Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa depresi pada ibu hamil mempengaruhi pembelajaran bahasa anak dan nilai IQ.

Selain itu, mereka juga menemukan bahwa perempuan berpenghasilan rendah yang sudah memiliki banyak anak merasa tertekan dan putus asa saat menunggu kelahiran anak bungsunya.

Di Indonesia, secara umum diyakini bahwa lebih banyak anak berarti lebih banyak kekayaan. Jika hasil penelitian Honikman dan. Al. Maklum saja, kondisi banyak anak bisa sangat membuat stres bagi orang tua. Sebab, tanggung jawab mereka tidak serta merta bertambah seiring dengan pendapatannya. Mahalnya biaya hidup dapat menyebabkan stres, depresi, bahkan pikiran untuk bunuh diri.

Pekerjaan rumah yang berfokus pada kesehatan mental berlanjut pascapersalinan. Gejala seperti perubahan suasana hati, mudah tersinggung, cemas, dan perasaan ingin meledak tidak jarang terjadi pada ibu hamil. Gejala serupa disebut baby blues. Perubahan hormonal pada ibu hamil diduga menjadi salah satu penyebabnya.

See also  Motor Ninja Terbagus Di Dunia

Bahaya Merokok Bagi Ibu Hamil: Bisa Sebabkan Cacat Mental Pada Anak

WHO mencatat sekitar 13 persen ibu mengalami gangguan jiwa, umumnya depresi. Di negara berkembang, persentasenya bahkan bisa mencapai 19,8%. Berdasarkan hasil penelitian Honickman, WHO juga menyebutkan bahwa depresi yang berujung pada bunuh diri pada wanita terjadi setelah kelahiran anak. Bukan hanya pikiran untuk bunuh diri yang diakibatkan oleh depresi pascapersalinan. Kesulitan menanggapi kebutuhan bayi merupakan tanda lain depresi pada ibu.

Salah satu ibu yang mengalami depresi pasca melahirkan adalah penyanyi Alanis Morissette. Dengan People, dia berbagi pengalamannya dengan depresi pascapersalinan, yang telah berulang kali terjadi. Morissette pertama kali mengetahui dirinya mengalami gejala depresi pasca melahirkan (PPD) adalah setelah kelahiran putranya, Ever Imre, yang kini berusia 6,5 ​​tahun.

Morissette diganggu oleh rasa sakit fisik, insomnia, dan pikiran tentang hal buruk yang akan menimpa keluarganya dalam beberapa bulan mendatang. “Ada hari-hari dimana saya bahkan tidak bisa bergerak. Ketika saya masih muda, saya bermimpi memiliki anak dan hidup bersama pasangan yang luar biasa. “Masalah pascapersalinan yang tidak pernah saya duga,” aku Morissette usai kelahiran anak bungsunya, Onyx Solas.

Pelantun “Ironis” itu kemudian mengambil langkah mendapatkan pengobatan dengan mengunjungi terapis. Selain itu, kondisi mentalnya berangsur-angsur menurun setelah lahir karena terus-menerus berolahraga dan mengekspresikan perasaannya melalui musik. “Dalam tiga bulan terakhir, saya menulis banyak lagu, sekitar satu hari. “Saya merasa harus menulis lagu karena jika tidak, saya akan meledak,” katanya.

Dampak Stress Terhadap Perkembangan Janin

Depresi pascapersalinan yang dialami Morissette juga memengaruhi hubungannya dengan pasangannya. Terkadang, Mario Sulei, pasangannya, emosi saat Morissette lelah mengurus anak di malam hari. Dalam situasi kritis ini, Morissette merasakan hal terkecil sekalipun menguatkan dirinya. Misalnya saja, menggenggam tangan pasangan dianggap sebagai pengalaman yang sangat intim dan bermakna.

Bagi mereka yang sedang hamil atau baru melahirkan, penting untuk memastikan bahwa stres yang dirasakan hanyalah stres atau depresi. Seperti diketahui, depresi merupakan silent killer yang mempunyai dampak besar terhadap kehidupan seseorang dan orang disekitarnya.

Sebaliknya bagi mereka yang mendampingi ibu hamil dan ibu nifas, hendaknya perhatian dan perhatian lebih ditujukan kepada mereka. Hal-hal kecil kemungkinan besar akan menimbulkan konflik yang serius di kemudian hari, tanpa sepengetahuan orang-orang di sekitar ibu hamil dan setelah melahirkan, gangguan fisik dan mental ibu dan anak merupakan hal yang lumrah terjadi pada banyak ibu hamil. Umumnya stres ini berkaitan dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada ibu hamil. Selain itu, hormon dalam tubuh ibu hamil juga mengalami perubahan seiring tumbuh kembang janin.

See also  Usaha Yang Tidak Membutuhkan Modal

Jika stres dapat dikelola dengan baik, maka respon tubuh ibu hamil terhadap stres akan berkurang. Namun sebaliknya, jika stres tidak kunjung berkurang dan terjadi secara rutin, ibu hamil bisa saja mengalami gangguan kesehatan.

Waspada Dampak Stres Saat Hamil, Ini Cara Mengatasinya

Menulis bahwa stres dapat mengubah pola aktivitas fisik ibu hamil. Hal ini juga dapat menyebabkan tubuh wanita hamil memberikan rangsangan berlebihan dan memicu respons peradangan, menurut WebMD.

Infeksi pada ibu hamil yang disebabkan oleh kemampuan tubuh dalam mengatasi stres berdampak buruk pada kehamilan. Seorang dokter kandungan di Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Universitas North Shore Evanston membenarkan hal tersebut.

“Ada bukti bahwa tingkat stres kronis yang tinggi pada perempuan dan keterampilan mengatasi masalah yang buruk mungkin berhubungan dengan berat badan lahir rendah dan kelahiran dini,” katanya.

Stres kronis selama kehamilan juga dapat berkontribusi pada perkembangan otak, yang secara tidak langsung dapat menyebabkan masalah perilaku saat anak beranjak dewasa.

Pdf) Identifikasi Faktor Risiko, Dampak Dan Intervensi Kecemasan Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester Ketiga

Namun hipotesis tersebut belum diuji secara detail dalam penelitian, ilmuwan medis masih perlu menyelidiki hubungan antara stres dan kualitas kehamilan.

Meski demikian, ibu hamil tidak disarankan untuk mengabaikan stres kronis. Ibu hamil juga tidak boleh merasa bersalah, karena stres merupakan hal yang wajar. Ada baiknya untuk mengelola stres yang ditimbulkan dengan berkonsultasi ke dokter.

Berikut lima langkah positif yang bisa Anda lakukan untuk mengelola stres saat hamil, menurut situs BabyCenter:

Jika ibu beristirahat saat lelah, hal ini dapat bermanfaat bagi ibu dan janin. Kapan pun Anda mendapat kesempatan, istirahatlah dan fokuslah pada kehamilan.

Tanda Si Janin Stress Mamypoko Indonesia

Pada minggu ke 23 kehamilan, bayi mendengar suara ibunya. Oleh karena itu, para ibu disarankan untuk berbicara, bernyanyi, dan membacakan buku untuk calon bayinya. Ini adalah cara yang bagus untuk menjalin ikatan dengan bayi dan membantu ibu merasa nyaman

Bahaya kucing pada ibu hamil, bahaya hb rendah pada ibu hamil, bahaya stres bagi ibu hamil, efek stres pada ibu hamil, stres pada ibu hamil, bahaya preeklampsia pada ibu hamil, cara mengatasi stres pada ibu hamil, bahaya toxoplasma pada ibu hamil, bahaya sifilis pada ibu hamil, cara menghilangkan stres pada ibu hamil, bahaya anemia pada ibu hamil, bahaya darah rendah pada ibu hamil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *